
← Kembali ke koleksi
— / 5

MPC-0031 / Majalah
Wanita — No. 1 (1953)
Wanita — No. 1 (Djanuari 1953, Tahun Kelima): 1. Sepatah Kata Redaksi Gerakan Sosial Wanita: Organisasi wanita mulai beralih dari sekadar merancang ke aksi nyata. Berbagai fasilitas telah didirikan meski terkendala biaya, seperti Taman Anak-anak, asrama pekerja/murid wanita, koperasi, bank wanita, hingga kantor konsultasi pernikahan/waris di Kediri. Perlindungan dan Hiburan Anak: Menanggapi keprihatinan Jaksa Tinggi tentang anak di bawah umur yang menonton film terlarang di bioskop, organisasi wanita mengh mengh mengh menghadirkan "Kebun Anak-anak" di Jakarta sebagai solusi hiburan yang sehat dan bernilai edukatif. 2. Kebutuhan Rumah Sakit Bersalin untuk Buruh Wanita (S. Kustinah) Isu Kesejahteraan & Kematian Ibu: Angka kematian ibu melahirkan masih tinggi, sementara biaya persalinan (bidan/dokter/dukun) sangat memberatkan buruh. Implementasi UU Kerja 1948 Pasal 13: Meskipun menjamin hak istirahat hamil/bersalin 3 bulan dengan upah penuh, pelaksanaannya menemui kendala. Pengusaha kecil merasa keberatan hingga berisiko memecat pekerja hamil. Usulan Solusi: Didorong pembentukan Klinik Bersalin (Kraam-Klinik) dan Taman Penitipan Anak. Pembiayaan diusulkan dari gabungan iuran pengusaha (3%), buruh (1%), dan subsidi pemerintah melalui pajak upah (1%). 3. Tips Praktis Rumah Tangga & Kesehatan (Sumijatun) Panduan merawat zat gizi makanan, antara lain: tomat tidak boleh direbus (cukup disiram air panas), perasan jeruk harus ditutup rapat, pemberian sup tulang sapi untuk anak >6 bulan, keunggulan nasi tim dibanding bubur, serta larangan merendam sayuran sebelum dimasak. 4. Cetusan Masyarakat Kebakaran di Jakarta: Laporan mengenai musibah kebakaran besar di Rawa Galur (Tanah Tinggi) yang menghancurkan sekitar 80 rumah/2.000 pintu dan menelantarkan 3.000 jiwa, serta musibah serupa di Kampung Pulo Piun (Petojo). Highlighted pula ketabahan warga membangun gubuk darurat. 5. Masa Sekolah (Hetty van Kempen) Pendidikan Anak Usia Dini: Menjelaskan pentingnya masa peralihan dari rumah ke sekolah lewat sekolah anak-anak (kelas persiapan/TK). Peran Psikologis: TK mengajarkan anak untuk bersosialisasi, mandiri, dan tidak lagi menganggap dirinya sebagai pusat perhatian semata, sekaligus melatih orang tua agar siap melepaskan anaknya secara bertahap. 6. Varia Wanita (Kesehatan & Profesi) Tingginya Kematian Bayi: Kematian bayi di Indonesia 6 kali lipat lebih tinggi dibanding Eropa/Amerika (150–175 per 1.000 bayi) karena kemiskinan, kurangnya pengetahuan kesehatan ibu/anak, serta minimnya fasilitas medis. Krisis Jumlah Dokter: Untuk 70 juta penduduk Indonesia saat itu, hanya terdapat sekitar 1.400 dokter (25% di antaranya dokter asing).
LisensiPublisher Permission
Pemegang hak—
DistribusiDiizinkan
01 / KATEGORI
Majalah
Buku ini berada dalam koleksi Majalah. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.
Lihat semua buku kategori ini →02 / CONTENT MAP
Daftar isi
Daftar isi
Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.
COMMUNITY NOTES
Ulasan pembaca
Belum ada ulasan.



