
← Kembali ke koleksi
— / 5

MPC-0060 / Kebudayaan & Ilmu Sosial
Tools for Radical Study: A Collection of Manuals
Tools for Radical Study: A Collection of Manuals disusun sebagai kumpulan panduan (manuals) dan kumpulan esai reflektif mengenai praktik pendidikan radikal, pedagogi kritis, serta seni berbasis komunitas. Publikasi ini tidak bekerja layaknya jurnal akademis teoretis biasa, melainkan berfungsi sebagai kompendium praktis dan ruang berbagi taktik, strategi, serta metode belajar bersama (commoning knowledge) untuk mendestabilisasi hierarki kekuasaan yang kaku. Tema & Poin-Poin Utama: - Pengungkapan Kembali Arti "Alat" (Tools): Alat (tools) tidak lagi dilihat sebagai objek statis atau instrumen subordinasi otoritas, melainkan sebagai kata kerja, taktik perlawanan, serta metode redistribusi kekuasaan dalam proses belajar bersama. - Pedagogi Kritis & Bebas Otoritas Formal: Mengkritisi keseragaman dan komersialisasi sistem pendidikan formal/sistemik. Buku ini menawarkan alternatif belajar dari bawah (grassroots), ruang aman, interaksi komunitas lokal, hingga pendidikan berbasis konteks. - Seni sebagai Praktik Belajar & Aksi Sosial: Berbagai tulisan di dalam buku mengeksplorasi bagaimana seni, riset, walking tours, ruang pameran swakelola, hingga katalog perpustakaan dapat difungsikan untuk membongkar narasi dominan, rasisme struktural, dan isu penindasan. Bentuk Panduan & Kontribusi Utama di Dalamnya: 1. Perspektif Kelembagaan Seni (Chen Yun & Al Maeishah): Mengangkat praktik keterlibatan tetangga/komunitas di sekitar museum/ruang publik untuk melawan gentrifikasi real estat seni, serta konsep berjalan bersama (walking games) sebagai ruang dialog lintas batas. 2. Keterlibatan Seni & Komunitas India (Sanchayan Ghosh): Menggunakan permainan lingkaran (circle games), jalan bersama, dan seni visual (alpana) untuk membangun komunitas sementara yang partisipatif. 3. Prinsip Pendidikan Seni Taman Siswa (S. Soedjojono & Sindhusiswara): Dokumen historis (1954) yang menguraikan sistem pedagogi Sistem Among ala Ki Hajar Dewantara yang membebaskan, merawat, serta berbasis budaya lokal. 4. Pendidikan Kontekstual & Literasi Terapan (Fawaz - Sokola Asmat): Pengalaman menjalankan program applied literacy bersama masyarakat Indigenous Asmat di Papua guna menghadapi arus ekonomi pasar dan perampokan lahan tanpa kehilangan identitas kebudayaan mereka. 5. Praktik Kesadaran Kritis di Pedesaan Indonesia (Moelyono): Menggunakan seni rupa, kesenian tradisional (gamelan, reog, jaranan), dan pengajaran gambar untuk memberdayakan serta memulihkan memori kolektif masyarakat desa. 6. Penelusuran Interseksional & Dekolonial (Feminist Search Tools): Mengkritisi mesin pencari perpustakaan digital serta struktur klasifikasi ilmu pengetahuan yang cenderung white, male, Eurocentric. 7. Dukungan Kerja Budaya Pekerja Migran (Sima Ting Kuan Wu): Pengalaman mengorganisir forum sastra, seni pertunjukan, dan pergerakan pekerja migran Indonesia di Taiwan sebagai sarana merebut independensi dan menyuarakan hak-hak mereka. Secara keseluruhan, buku ini berperan sebagai pendorong aksi kolektif untuk membongkar cara-cara lama dalam memproduksi pengetahuan, serta menawarkan sekumpulan tools nyata bagi para pendidik, seniman, aktivis, dan komunitas.
LisensiPublisher Permission
Pemegang hak—
DistribusiDiizinkan
01 / KATEGORI
Kebudayaan & Ilmu Sosial
Buku ini berada dalam koleksi Kebudayaan & Ilmu Sosial. Jelajahi judul lain dengan tema serupa.
Lihat semua buku kategori ini →02 / CONTENT MAP
Daftar isi
Daftar isi
Daftar isi belum tersedia untuk buku ini.
COMMUNITY NOTES
Ulasan pembaca
Belum ada ulasan.




