
← Back to collection
— / 5

MPC-0043 / Sastra Anak
Kesambet
Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek fiksi anak yang sarat akan pesan moral, kebersamaan, dan nilai-nilai kearifan lokal pedesaan Sunda. Melalui dinamika kehidupan karakter utama seperti Udin (Jang Udin), Oji, Toto, Oteng, dan kawan-kawannya, buku ini menyajikan 9 judul cerita pendek: 1. Kesambet: Menceritakan Toto yang tiba-tiba sakit dan muntah-muntah setelah berenang di sungai saat badannya masih berkeringat. Orang-orang desa menganggapnya "kesambet" (kemasukan roh halus) dan hendak mengobatinya lewat dukun (Abah Alkasan) yang meminta tebusan mahal. Namun, berkat saran Pak Ulis, Toto diperiksakan ke Mantri Kesehatan (Suhadi), diberi obat, dan langsung sembuh keesokan harinya. 2. Anak Yatim: Menjelang Lebaran, Udin dan kawan-kawannya merasa kasihan melihat Emen, seorang anak yatim yang menangis karena tidak memiliki baju baru atau makanan mewah seperti anak-anak lainnya. Anak-anak tersebut sepakat membongkar tabungan celengan mereka untuk membelikan Emen baju baru di pasar. 3. Lebaran: Suasana kegembiraan anak-anak menyambut hari raya Lebaran, mulai dari berbuka puasa bersama di masjid, berebut memukul beduk malam takbiran, hingga tradisi sungkeman meminta maaf kepada orang tua. 4. Mulan: Kisah Atun yang melewatkan kesempatan bermain bersama teman-temannya di bawah sinar bulan purnama (mulan) demi merawat ibunya yang sedang sakit. Di akhir cerita, Atun juga menolong Oding yang kakinya terluka parah terkena pecahan kaca saat bermain. 5. Ingkar: Mi'an adalah anak yatim pembuat kerajinan layang-layang yang tekun. Oji membeli layang-layangnya dengan berutang dan berjanji membayar keesokan harinya. Namun Oji mengingkari janjinya, malah melontarkan alasan dan merusak kepercayaan teman-temannya hingga ia dijauhi dari pergaulan. 6. Si Oji Jatuh: Cerita tentang Oji yang memanjat dan mengambil buah gandaria milik Mang Adma tanpa izin hingga terjatuh dari pohon. Meskipun Oji sering nakal, teman-temannya (Udin, Mi'an, dll.) tetap berjiwa besar menolong dan menggotongnya pulang. Anak-anak kemudian diajari cara membuat rujak tumbuk (ngaloloco) serta menanam bibit pohon gandaria sendiri. 7. Pengemis: Udin memberikan uang jajannya kepada seorang pengemis tua bernama Aki Utay. Dari ibunya, Udin belajar mengenai kisah masa lalu Aki Utay yang dahulunya anak durhaka dan gemar berjudi hingga jatuh miskin. Meski demikian, Udin tetap diajarkan untuk berbuat baik dan mengantarkan makanan kepadanya. 8. Si Asdi Diculik: Petualangan sekelompok anak saat menjelajah ke arah Gunung Pataka. Mereka sempat panik dan menduga seorang anak bernama Asdi dibunuh serta dikubur oleh pelarian penjara (Ki Madsim) karena menemukan gundukan tanah bersimbah darah. Setelah digali bersama, ternyata itu hanyalah kuburan kepala kerbau, dan Asdi ternyata selamat menginap di rumah kerabatnya. 9. Mak Awit Jatuh Sakit: Udin diminta ibunya menyusul Mak Awit untuk membantu menumbuk padi. Sesampainya di sana, Udin menemukan Mak Awit hidup sendirian dan sedang sakit tanpa makanan. Udin dan ibunya dengan sigap mengirimkan rantang berisi nasi serta lauk-pauk untuk membantu Mak Awit.
LicensePublisher Permission
Rights holder—
DistributionAllowed
01 / CATEGORY
Sastra Anak
This book belongs to the Sastra Anak collection. Explore more titles with a similar theme.
Browse all books in this category →02 / CONTENT MAP
Table of contents
Table of contents
A table of contents is not available for this book yet.
COMMUNITY NOTES
Reader reviews
No reviews yet.



